Showing posts with label budaya lokal. Show all posts
Showing posts with label budaya lokal. Show all posts

Merancang Masa Depan Musik Tradisional

Penampilan kolaborasi yang memadukan antara musik eksperimental seni-derau (art-noise) dengan menggali akar-akar musik tradisional, memang belum lumrah dan menjadi suatu katarsis baru dalam ranah musik kontemporer di Indonesia. Musik tradisional seolah-seolah selama ini, dianggap nyaman di wilayahnya masing-masing dan tertutup pada perkembangan musik di luarnya.

Ketercerabutan akar musik tradisional di masa sekarang, memang memandang perlunya salah satu konsep visioner tentang seni musik tradisional. Hal itulah yang menggugah seorang seniman musik eksperimental asal Singapura, Mark Chia atau One Man Nation untuk membuat satu konsep seni musik eksperimental baru di ranah irisan antara musik seni-derau dan musik tradisional.

Budaya Lokal dan Glokalisasi

Bagaimana mewujudkan rekonstruksi ideal nasionalisme anak muda Indonesia saat ini melalui apresiasi budaya lokal yang sesuai dengan era globalisasi?

Klaim Tari Pendet oleh Malaysia membuat rakyat Indonesia kembali naik pitam. Gara-gara tari itu tayang dalam sebuah iklan pariwisata Malaysia, kekesalan dan kegeraman kita meledak. Belum rasa kesal akibat Blok Ambalat, lagu “Rasa Sayange”, batik, hingga Reog Ponorogo diakui oleh Negeri Jiran, kembali kita diuji dengan klaim Tari Pendet tersebut. Lontaran kekesalan dan kemarahan dalam tweets menghiasi para pemakai situs microblogging Twitter memersoalkan insiden budaya tersebut, belum ulasan-ulasan di media massa yang menggunjingkan isu itu semakin memerkeruh suasana. Desakan-desakan dari masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Bali terhadap pemerintah agar segera mengambil tindakan terhadap kasus Tari Pendet. Desakan mulai dari gugatan terhadap Pemerintah Malaysia hingga desakan soal pemakaian Hak Cipta atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap Tari Pendet dan karya seni-karya seni lainnya yang tersebar di pelosok Indonesia.